Selasa, 08 Februari 2022

K E L U A R G A part 4

Setelah memposting Perjalanan Panjang dan membaca ulang K E L U A R G A part 1-3 ternyata apa yang kuceritakan berputar dipermasalahan yang sama yah.


Sepertinya PENERIMAAN DIRI ku perlu ditinggkatkan.


Menerima apa yang menjadi takdirku

Menerima apa yang menjadi masalahku

Menerima apa yang menjadi jalan hidupku


Berbicara gampang memang.. namun nyatanya aku masih di zona yang sama..


Aku harus apa ??

Senin, 07 Februari 2022

Perjalanan Panjang

Dua hari lalu, aku mengikuti kelas bahasa inggris dengan teman-temen guru bahasa inggris


”hello everyone, let me introduce my self, my name Kiki. I am twenty nine years old. I am merried buti dont have children yet. I am a mathematic teacher and my hobby is planting. Thank you for your attention, see you”


Hanya itu..


Kulihat percakan guru lain panjang. Menceritakan anaknya dari mulai nama, umur dan kondisinya saat ini.


Menurutku, 5 tahun menikah memang sebuah perjalanan panjang. Jika setelah menikah aku langsung hamil, kemungkinan anakku sudah masuk Taman Kanak-kanak. Namun, itu hanya pengandaian. Saat ini, aku masih berjuang berdua dengan suamu. Mencari 2 gari biru yang sering diposting pasutri..


Kalo egois memikirkan diri sendiri, pasti rasanya masalah hidup terberat aku saja yang menjalani. Kenapa orang lain bahagia saja sedangkan aku tidak. Kalo aku egois ya..


Tapi...

Dengan pengalaman 5 tahun ini aku paham, bahwa Tuhan memilihku menjalani ini karena Tuhan percaya aku mampu menjalaninya. Tuhan tau aku dan suamiku tentunya akan terus berusaha. 


Setiap keluarga memang ada ujiannya masing-masing.


Ada keluarga seperti kami (aku dan suami) yang menanti buah hati

Ada keluarga lengkap sudah punya buah hati tapi ekonomi menepi

Ada keluarga yang cepat punya buah hati tapi cepat retak oleh perceraian pasutri

Ada juga keluarga kecil bahagia namun terus dirongrong oleh ibu mertua atau sodara yang tiada habisnya

Ada juga yang mungkin sudah berumur bahkan belum mendapatkan pujaan hatinya


Semua ada ujiannya masing-masing


Saat ini, yang kurasa, sebenarnya : ibu bapak mertuaku atau bahkan ibu bapak kandungku sebenarnya terus mendoakan yang terbaik untuk kami (yang jelas pasti doanya supaya cepat dapat buah hati)


Kenyataannya mungkin saja ucapan ucapan dulu ada yang terkabul lebih dulu contohnya


Ibu mertuaku pernah bilang ke anaknya (suamiku) agar aku tak hamil dulu karena kakanya (iparku) sedang hamil. Katanya ibu biar tunggu anak kakanya gede dulu... entah apa maksudnya mungkin biar ga repot mengasuh cucunya...


Nenekku juga pernah mendoakan agar kami bisa punya rumah dulu.. entahlah yang jelas sekarang kami masih belum punya rumah sendiri.


Atau mungkin ucapan suamiku dan ucapanku yang secara tidak langsung tertuju pada keinginan untuk tidak cepat punya buah hati.. waallahhu alam


Yang jelas disini kuhanya ingin memberitahu orang orang disekitarku untuk tidak selalu memberikan banyak saran aneh yang ”mungkin” tujuannya membantu tapi tidak mensupport secara mental


Contoh:

Saat kami promil ke dokter, kaka iparku bilang ke adiknya (suamiku). Coba minum ini, coba minum itu temen teteh juga berhasil daripada ke dokter mahal. Memberi saran kan yah, namun mematahkan semangat melanjutkan promil.


Belum lagi saran saran lain yang bisa saja kami coba, tapi tak ada panduan lanjutannya setelah itu.


Saat ini, aku pasrah. Tetap berusaha dan berdoa tapi tidak berharap kepada selain Tuhan.


Dan yang paling penting aku tetap menjaga mentalku, tidak bertanya soal anak kepada orang orang yang kutahu akan bertanya balik. Kadang teman yang baik bukanlah yang ingin tahu masalah kita, cukup ada saat diperlukan, cukup ada saat dibutuhkan.


To be continue...

Minggu, 09 Februari 2020

K E L U A R G A part 3

masih lanjutan cerita tentang keluarga. Terakhir kali aku posting tahun 2017, aku masih menceritakan tentang semua hal yang baru berkaitan dengan keluarga. Saat ini, saat tulisan ini diposting, aku sudah belajar kurang lebih 2 tahun mengenai banyak perbedaan yang aku alami. Aku dan suamiku masih bahagia berdua. Belum ada buntut kalo kata orangtua. Masih serasa pacaran saja. Mental sudah lebih baik dari tahun awal menikah. Yang saat itu setiap bulannya dapat tamu bulanan dan aku menangis tak terima. Menyalahan keadaan, menyalahkan apa saja, bahkan menyalahkan ibu mertua yang sempat terlontar kata "istri kamu mah jangan hamil dulu". Beberapa bulan hampir tiap hari dan tiap detik, kata-kata itu terngiang dibenakku. Kenapa ibu mertuaku begitu?. kenapa, kenapa, kenapa, semuanya muncul tak terarah, bahkan aku sempat muak dengan diriku sendiri.

Seiring berjalannya waktu, aku lebih kuat, aku lebih tahu apa yang harus aku lakukkan. aku lebih menerima kenyataan daripada mempertanyaakannya. Toh, dulu aku sangan memegang kata "SIAPA LAGI KALAU BUKAN DIRI  SENDIRI YANG MEMBAHAGIAKAN DIRI SENDIRI". Setiap saat ku buka media sosial lebih banyak kuupayakan untuk mencari informasi bermanfaat untukku, entah tentang agama atau tentang psikologi serta parenting.

Saat ini, daripada aku meratapi apa yang belum aku dapatkan, lebih baik aku belajar apa yang belum aku pelajari. Aku lebih berusahaan mempersiapkan diriku menjadi diri yang sebaik mungkin untuk agama, suami, anak dan keluarga. Aku ikut berbagai online training yang mempelajari tentang banyak hal, mulai dari self healing, parenting sampai psikologi. Kenapa aku belajar banyak hal ini? karena aku merasa butuh. Jiwaku sempat terguncang tiap kali melihat atau mendengar teman yang baru nikah sudah hamil dan punya anak. Belum lagi cibiran dan sindiran tentang kehidupan seks aku yang dipertanyakan akibat belum punya anak sampai sekarang. Sempat stres dan depresi tapi aku beragama. Aku percaya bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu untukku nanti. Aku percaya semua akan indah pada waktunya.

Pelajaran menjadi keluarga seutuhnya membuat aku belajar. Setiap keluarga punya ujiannya masing-masing. Keluarga kecilku yang masih terdiri dari 2 orang adalah ujian untukku. Padahal nikmat lain aku dapatkan. aku hanya cukup harus bersyukur. diluar sana bahkan ada orangtua yang rela membunuh anaknya akibat himpitan ekonomi. Ada orangtua yang tak bisa dekat dengan anaknya karena harus bekerja sampai larut malam demi membelikan susu serta makanan untuk anaknya. Ada juga yang bahkan menyalahkan anaknya karena lahir sebelum orangtuanya menikah. Jika melihat dari kasus-kasus tersebut menurut mereka yang mengalami punya anak adalah ujian. Ada juga yang sudah punya anak, keuangan memadai, tapi ternyata keluarganya tidak harmonis, muncul wanita atau pria idaman lain di dalam rumah tangga. Anak dan harta menjadi ujian.

Aku hanya perlu belajar bersyukur dan bersabar. Kehidupanku masih nyaman, pekerjaan ada, keluarga ada, suami sayang padaku, keuangan cukup, tempat tinggal nyaman, kesehatan tak bermasalah. Aku hanya harus bersabar dan bersyukur karena hidup adalah untuk beribadah. Jika saat ini saja masih mengeluh dan aku minta segala hal, apakah aku termasuk orang yang bersyukur?. Jika aku masih saja membandingka kehidupanku dengan kehidupan oranglain dan melakukan semua hal agak aku bisa mendapat apa yang aku inginka bahkan dengan jalan yang tidak sesuai, apakah aku orang yang bersabar?

bersambung...

Minggu, 31 Desember 2017

K E L U A R G A part 2

Keluarga yang kemarin saya ceritakan baru secuil pengalaman yang saya rasa. Masih banyak pengalaman berharga yang bisa saya jadikan pelajaran. Apa yang pendiam tapi tegas memutuskan sesuatu. Mamah yang sensitif tapi bisa melakukan apapun. Ada juga nenek yang sudah 70 tahunan tapi masih bisa kemana saja. Keluargaku punya kelebihan di badan  kami sekeluarga adalah big family haha big family maksudnya adalah keluarga berisi. Apa, mamah sama-sama pengusaha. Beliau berdua sangat pandai memasak. Ayam goreng buatan Apa Mamah gaakan buat aku bosan untuk memakannya.

Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Harusnya aku anak kedua. Tapi teteh udah di surga. Aku anak pertama dan cucu pertama dari mamah. Makanya kadang aku keenakkan di rumah. Soalnya aku paling disayang di keluarga. Mungkin efek jauh dari keluarga. Karena sampai saat ini terhitung sudah masuk tahun ke delapan aku tinggal di Bogor sendirian.

Tahun 2016 bulan juli aku menikah dengan seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Sampai saat ini sudah 18 bulan aku hidup bersama suami. Saya belum diberi amanah oleh Allah SWT untuk punya momongan. Memang belum saatnya.. kadang sedih setiap bulan menunggu untuk telat haid tapi Allah punya rencana lain untuk keluarga kecil saya.

Keluarga kecil saya belum punya karakter khusus. Saya dan suami masih beradaptasi antara menerapkan kebiasaan di rumah saya atau kebiasaan di rumah suami saya. Jujur, hal ini perlu kekuatan.

Bapak suami saya merupakan pekerja di sebuah bus malam. Kadang pulang seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan sebulan sekali. Ibu suami saya penjual sembako dan sayur segar. Tiap tengah malam ibu berangkat ke pasar untuk dijual pagi harinya.

Keadaan di rumah orangtua suami saya dengan orangtua saya sangat bertolakbelakang. Biasanya jam 9 saya sudah siap tidur di rumah. Sedangkan di rumah keluarga suami saya jam 11 malam pun masih banyak aktifitas di rumah. Bahkan kakak ipar saya baru pulang kerja.

Bersambung

Kamis, 28 Desember 2017

K E L U A R G A

Keluarga sangat berperan besar dalam membangun karakter seseorang. Begitulah yang saya rasakan. Keluarga tempatku dilahirkan dan keluarga yang membesarkanku sangat berperan besar dalam membangun karakter saya saat ini.

Setiap hari Apa (panggilan saya untuk Bapak) dan Mamah (panggilan saya untuk Ibu), mereka selalu saya lihat selama 24 jam kecuali saat saya sekolah. Apa dan Mamah tidak sekolah tinggi. Alhamdulillah beliau tamat sampai SLTA (setingkat SMA di jaman now hehe). Beliau berdua selalu ada di rumah karena pekerjaan beliau berdua adalah Pedagang. Waktu kerjanya bisa ditentukan sendiri. Kalo mau libur ya libur.

Beliau berdua membuat saya selalu betah di rumah. Beliau selalu membuat suasana tenang dan damai di rumah. Setiap sore selepas ashar kami selalu sudah lengkap di rumah. Makan cemilan bersama dan menonton tv bersama. Kadang bercanda tawa bersama. Hal ini sangat membuat saya betah di rumah.

Setiap kali makan beliau berdua selalu mengajarkan saya artinya keadilan dan kebersamaan. Makanan dan apapun barang dll selalu kami share / dibagi bersama keluarga.

Saya adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Saya betah di rumah tapi ini membuat saya ingin pergi jauh dari rumah. Keuntungan di rumah adalah zona aman untuk saya. Jika saya terlalu bergantung pada kedua orangtua saya maka saya sulit berdiri di atas kaki sendiri.

Saya ingin berpetualang mencari apa yang bisa saya lalukan sendiri (FYI semua orang tau siapa saya dan siapa orangtua saya, saya selalu merasa dipermudah dengan hal itu).

Keluarga membuat saya betah berdiam di rumah. Setelah jauh meninggalkan rumah kebiasaan itu masih melekat sampai sekarang. Rumah yang selalu nyaman, tenang, private dan enaklah pokoknya.

Keluarga lain mungkin punya kebiasaan sendiri. Namun, tak akan mudah meninggalkan kebiasaan yang bertaun tau  dijalani.

(Bersambung)

Senin, 06 Juni 2016

Kabar Bahagia..

hari ini sudah masuk bulan Juni 2016 dan hari ini hari kedua bulan Ramadhan keenam di Bogor..
dan hari ini juga aku mau ngasih kabar bahagia buat teman-teman aku semuanya, bahwa bulan depan aku lepas masa lajang..
bulan depan tepatnya 4 juli 2016 akan dilangsungkan akad pernikahan antara aku dan dirinya..hehe
mohon doa dan dukungannya ya teman-teman..

Selasa, 31 Mei 2016

spasi = jarak

Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankan kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayang jika ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, 
tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat,
karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

dari kumpulan prosa dan cerpen karya Dewi Lestari (DEE) yg berjudul Filosofi Kopi


-------------------------- tapi mungkinkah masih bermakna jika jarak spasi terlalu jauh?
-------------------------- mungkinkah masih dimengerti jika spasi terlalu jauh?
-------------------------- mungkinkah saling menyayangi jika berbeda ruang?

semoga spasi dapat mengerti

Minggu, 01 Mei 2016

Hijra bukan hijri

Mereka tidak sama
Hijra bukan hijri
Andai kalian tau, mereka berbeda
Hijra masih di dunia nyata
Yang nyata telah berbeda
Hijri sudah lebih baik dari hijra
Hijra ingin seperti hijri
Namun hijra masih dilema
Namun hijra masih bingung
Hijra ingin seperti hijri
Yang jelas jelas telah hijrah
Namun hijra belum bisa tegas
Hijra ingin seperti hijri
Yang jelas air matanya telah habis
Hijra ingin seperti hijri
Yang jelas bisa membedakan mana yg harusdia lakukan
Hijra masih bingung dan dilema
Andai hijri tau
Hijra pasti sudah pergi bersama hijri
Andai
Andai hijra menjadi hijri

Minggu, 24 April 2016

Hijra bingung

Sudah seminggu hijra sakit.
Bukan hatinya yang sakit. Bukan badannya yang sakit. Tapi mata hijra yang sakit. Entah mengapa seminggu ini hijra bingung. Matanya merah sembab tak kuat menahan tetesan air mata yang keluar.  Hijra bingung kenapa air matanya cepat sekali menetes. Hijra bingung bagaimana membuat air matanya berhenti mengalir. Hijra bingung bagaimana membuat air matanya berhenti menetes. Hijra bingung. Tak adakah seseorang yang bisa membantunya memberhentikan air matanya. Kata dokter, air mata yang keluar itu mengalirkan racun yang ada di tubuh. Mungkinkah tubuh hijra sangat beracun sehingga air matanya tak berhenti menetes.

Hijra bingung. Bantulah hijra. Bantu hijra untuk membuat air mata hijra berhenti. Agar sakit mata hijra bisa sembuh. Agar hijra bisa terlihat segar kembali.

Hijra butuh bantuan.
Hijra sedang bingung.

Sabtu, 23 April 2016

Hijra dilema

Suatu hari hijra menonton acara lawak di televisi. Dia begitu menyukai acara lawak tersebut sampai tertawa terbahak-bahak, bahkan air mata hijra menetes akibat tertawanya itu. Akhirnya hijra mencari video ulangan acara lawak tersebut di youtube dan mendonwloadnya.
Hampir setiap waktu luang menonton acara lawak tersebut. Namun, lamalama hijra bosan dan tak tertawa seperti pertama kali saat menonton video lawak tersebut.

Hijra dilema

Kenapa saat menonton acara lawak tersebut berkalikali hijra cepat bosan dan tak tertawa lagi untuk ke sekian kalinya, tetapi hijra selalu menangis jika mengingat hal sedih?

Hijra dilema

Hijra sangat dilema

Hijra selalu sedih dan menangis jika mengingat hal yang mengganggu pikirannya

Hijra sedih dan dilema

Senin, 18 April 2016

MATEMATIKA

Satu kata penuh makna.
Sulit diungkapkan. Kadang tak ada maksud yg jelas.
Kadang tak bisa dimengerti.
Kadang membuat penasaran.
Kadang mengepulkan asap antah berantah.
Kata yg sangat bermakna.
Masihkan berkembang dunia tanpanya?
Masihkan ada teknologi tanpanya?
Tak berkata namun ingin dimengerti.
Tak terbayang namun harus dibayangkan.
Masihkah tak perlu dengan ini?

Jumat, 08 April 2016

Dont jugde the book by this cover

Please ya...
Dont judge the book by this cover
Penting banget nih
Soalnya kealamin sama gw

Ini udah pake gw nih ya.. artinya udah sebel banget nih.. hanya untuk postingan ini ya pake kata gw nya..

Dari hari pertama gw pulang kampung ga ada yg ngira gw udah kerja. Semuanya ngira gw anak sekolahan yg baru kelar ujian nasional. Ampun dah ya.. salah gw gitu klo muka gw muda.

Kejadian yg bikin ngakak banget nih ya. Pas lagi ke pasar sama mamah niat mau beli batik buat dipake ngajar. Sekalian beli baju buat temen yg ada di bogor. Biasalah ya klo dateng ke kios baju ditawartawarin gitu kan ya..

"Ayo neng ayo masuk dulu aja liat liat dulu aja"abang-abangnya teriak
Saya masuk aja ke kiosnya sama mamah

"Nyari apa neng? baju kaya gimana yg dimau?"

"Nyari batik teh"kata mamah

"Buat siapa?"

"Ini buat si neng nih"

"Buat perpisahan sekolah ya? Ada nih neng buat sekolahan mah, SMA mana neng?"

Gw ngakak ketawa dalam hati plus kesel beud dengernya haha sudahlah

"Iya buat perpisahan"kata gw sambil nyengir

Akhirnya gw ga jadi beli dan nyari toko lain

Masuklah ke toko lain kenalan mamah. Disana sering banget mamah cerita soal gw yg ngajar dll

"Mau baju gmn neng? Buat ngajar ya, ngajar TK kan ya"

Lagilagi ngakak dalam hati

"Saya ngajar SMK mba. Saya udah kelar kuliah S1 mba"

Mbanya diem tak ada kata sama sekali. Mbanya seakan ga percaya dan gatau harus ngomong apa.

Sampe situ heran banget dan tandatanya masih banyak nempel di kepala gw

Kenapa sih orang orang liat muka gw selalu mikir gw masih kecil? Apa yang salah dengan muka gw? Heloooooow plis ya.. dont jugde the book by this cover. Muka gw emang imut imut kali yaa....

Kamis, 07 April 2016

Andai......

Hujan tak pernah tau dimana dia akan jatuh
Sama seperti aku yang tidak pernah tau akan berjumpa denganmu
Angin tak pernah tau kemana dia akan berhembus
Sama seperti aku yang tak tau kenapa masih mau bersamamu
Air tak pernah tau darimana dia berasal
Sama seperti aku awalnya. Dan harus berubah pada akhirnya
Di rumah
Bersama mamah apa dan keluarga kecil yang bahagia

Aku bagai air hujan yang terbawa hembusan angin
Masih mencari dimana tempat aku akan jatuh mengalir menyejukkan tempatku nantinya

Aku masih menanti
Menanti yang belum pasti
Dimana aku akan jatuh nantinya
Menunggu waktu
Menghitung hari
Dan menyepi

Berharap waktu yang tepat tiba dikeadaanku yang telah siap
Bukan menjadi stranger
Tapi menjadi aku
Aku yang telah utuh
Ditempat yang seharusnya aku jatuh

Menerima kenyataan
Seperti hujan yang tak pernah mengeluh kapan dan dimana dia jatuh

terinspirasi dari novel mba Mutia Prawitasari -Teman Imaji-

Senin, 04 April 2016

Hijrahnya Hijri - part 2

Ekspektasi Hijri

Hijri bingung akan dirinya
Yang mana yang harus dia ikuti
Teman-temannya berkhimar
Namun tak sedikit yang terbuka pakaiannya
Hijri mencoba mengamati
Bibir Hijri kelu tak bisa berkata
Hanya diam yang bisa dia kerjakan
Hasil pengamatannya tak ada yang lebih baik
Tapi juga tak buruk
Semakin jauh Hijri mencoba mengamati
Semakin banyak sisi gelap muncul yang tak Hijri sukai
Hijri tampak merenung
Tak ada penampilan sempurna yang Hijri anggap baik
Penampilan luar kadang menipu
Jujur
Poin penting yang Hijri dapat dari sini
Terbuka tak berarti sesat
Berkhimar tak berarti alim
Sekali lagi Hijri bicara pada dirinya
Penampilan luar kadang menipu
Dan jujur pada diri sendiri itu yang paling penting
Lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan
Jauhi yang terburuk yang memang harus dijauhi
Setiap hari menjadi lebih baik – itu lebih baik
Daripada hari ini baik – besok terpuruk buruk

Titik

Sabtu, 26 Maret 2016

OPPORTUNITY COST dan WILLINGNESS TO PAY

Dulu sempat posting soal OPPORTUNITY COST, istilah tersebut diambil dari istilah ekonomi. Pengertian umumnya OPPORTUNITY COST adalah biaya peluang, biaya kesempatan atau kadang suka disebut sebagai biaya pengorbanan. Seddangkan kemauan atau usaha dalam mendapatkan sesuatu atau kesediaan mengorbankan sesuatu disebut WILLINGNESS TO PAY

Pengorbanan yang dimaksud ini adalah pengorbanan dalam memilih sesuatu. Di kehidupan kita sehari-hari, istilah ini biasa digunakan meskipun istilahnya sendiri jarang didengar.
Contohnya saat kita memilih untuk mengisi waktu weekend. Kita ingin jalan-jalan karena waktu weekend cocok untuk liburan. Disisi lain, cucian banyak karena tidak sempat mencuci di hari kerja. Keadaan seperti ini muncul dan harus dipilih untuk mau mengerjakan yang mana dulu. Jika memilih mencuci baju maka waktu liburan untuk jalan-jalannya telah dikorbankan. Jika memilih untuk jalan-jalan maka cucian kotor yang telah dikorbankan demi memenuhi keinginan berjalan-jalan.

Contoh lain saat kalian mungkin sedang berusaha mendapatkan perhatian seseorang. Biasanya kalian mengisi waktu kosong untuk bermain game atau melakukan hobi yang lain, karena sedang berusaha mendapatkan perhatian seseorang waktu kosong kalian untuk bermain game dikorbankan demi mengajak makan atau mungkin mengajak pergi seseorang tersebut. Waktu untuk bermain game disini adalah biaya yang dikorbankan demi mendapatkan perhatian seseorang.

Waktu yang dikorbankan disebut OPPORTUNITY COST, sedangkan kesediaan untuk mengorbankan waktu disebut WILLINGNESS TO PAY.


Hati-hati memilih untuk mengorbankan sesuatu, karena akan ada yang dibayar pada saat bersedia mengorbankan sesuatu tersebut. Salah satunya yang mungkin dirasakan pada saat bersedia mengorbankan sesuatu adalah KEHILANGAN.

Jumat, 26 Februari 2016

Hijrah nya Hijri - part 1

Kalo membayangkan masuk syurga Mu rasanya berat Ya Allah. Tapi, membayangkan masuk neraka Mu lebih tak bisa kubayangkan. Pengen nangis aja bawaannya. Setidaknya aku tak ingin masuk neraka Mu Ya Allah. Tak ingin aku tersentuh oleh neraka Mu. Aku tak ingin. Air mata ku tak mampu ku bendung. Perasaan apa ini. Tiba-tiba datang tanpa ada yang mengundang. Tiba-tiba hinggap tanpa diduga. Rasanya menyesakkan dada. Membuat air mata ku mengalir begitu saja.

ku buka lagi catatan usangku...

30 Agustus 2001
Kalau memang kamu tak ingin aku membagi rasa ini denganmu tak kusalahkan. Biar kutanggung sendiri semua beban batin ini. Dan biarkan kucurahkan melalui tulisan. Biar aku merasakan ini sendiri.
###
Lebaran tahun ini amat berbeda. Ada sesuatu yang amat berharga yang telah hilang dari kehidupanku saat ini. Rasanya ratusan juta rupiah, puluhan kilo berlian tak akan mampu mengembalikan semua yang telah hilang dariku. Harga yang amat mahal. Seandainya kubisa melukiskan persaanku saat ini, mungkin hanya gambar langit gelap yang jelas terlihat. Hati ini begitu sakit tak tahu apa yang harus aku lakukan. Berbagi cerita pada orang sekelilingku pun aku tak mampu. Bukan tak mampu, tepatnya malu. Malu. Malu. Aku hanya bisa menangis mengingat semuanya. Setidaknya air mata yang jatuh meringankan beban batin yang tertahan di dada.
Bagaimana aku menggambarkan perasaanku? sepertinya aku harus merubah diriku sendiri. Mendramatisir keadaan justru akan membuatku lebih sakit dari ini. ucapan-ucapan sayang dan cintamu cukup akan aku simpan dalam hati. Begitu besarnya sayang dan cintaku padamu seiring berjalanya waktu dan melihatmu yang enggan dibagi pilu rasanya akan menguap hilang entah kemana sedikit demi sedikit. Apalagi dengan adanya kejujuran yang mengatakan sesuatu yang amat aku benci. Membuatku tambah kecewa. aku tak berharap lebih. Hidupku sudah ada di genggamanmu. Jika kamu pergi ku pikir hidupku sudah tak hidup dan tak berharga.
Melihat tingkahku saat ini rasanya aku terlalu manja. Aku sekarang sudah mulai tergantung padamu. Cukup aku rasakan semuanya sendiri. Aku memang telah terbiasa sendiri. Apa yang harus aku takutkan. Aku harus biasa sendiri lagi. Tak boleh seperti ini. Aku harap ini awal baru yang akan membuatku kembali tegak berdiri di atas kakiku sendiri tanpa bermanja pada orang lain. Terutama kepada orang yang telah bersedia meluangkan kasihsayangnya untukku. Semoga aku bisa membalas semuanya.
###
Jujur..
Aku amat benci menunggu..
Aku amat membenci Manunda-nunda..
Aku amat menbenci menantimu disini..
Jujur..
Aku amat membenci bayangan yang kulihat di cermin. Bayanganku sendiri. Aku tahu bahwa dunia adalah panggung sandiwara. Dan apakah aku harus bangga menjadi salah seorang dari pemain sandiwara tersebut?.
Aku rasa aku memiliki dua muka. Apakah aku harus bangga memiliki dua muka?. Entahlah. Kupikir betapa munafiknya aku.
Jujur..
Ini amat sangat jujur..

Aku amat membenci kerudung yang kupakai. Aku amat membanci baju takwa yang kamu pakai. Aku amat membenci lagu-lagu nasyid yang sering kamu perdengarkan. Bahkan aku amat membenci semua tingkah lakuku dan tingkah laku kamu yang amat terlihat sopan dan baik di depan semua orang. Sungguh aku membenci semua ini karena semua ini hanya topeng yang menutupi kebusukan kamu dan aku. Kebusukan dua orang yang saling mencintai.


(bersambung)

Senin, 22 Februari 2016

MUKA MUDA, UMUR TUA

Alvin, aku mau cerita lagi nih.. untuk kesekian kalinya mungkin sudah ribuan kali juga. aku dianggap anak kecil. bahkan oleh anak kecil. OMG, i am twenty three years old please !! tapi kok orang ngira aku masih dibawa tujuh belas tahun ya?. apa yang salah? tampilan aku ga kaya anak kecil ah, rapih, bersih pake bedak sama lipstik. tapi ko ya masih dianggap anak sekolahan ya?

hahahah perut aku sakit sumpah. kamu tuh lucu ya. sumpah ki lucu banget hahah siapa sih yang bilang ? duh ada ada aja deh kamu ya.. tapi kamu tuh emang lucu banget. kaya boneka barbie haha

kamu mah ngejek aku alvin huaaaaa T.T jahat. bukannya ngasih solusi. malah ngejek huaaaaa. huhu

cup. cup. cup. sini-sini sama abang sini. cupcupcup.. emang kenapa kiki sayang? kamu teh kenapa?

itu vin, kemaren aku nganter anak murid lomba ke semarang. ketemu sama murid murid lain dari sma lain. dan ada murid sekolah lain yang ngira aku murid dan nanya :"kamu tuh kelas berapa toh?". its so amazing saat kalimat itu terontar. emang sih muka anak itu lebih tua dari aku. tua banget malah. duh rasanya gimana gitu.......hiks

segitunya kah kiki? OMG. sabar ya baby face hihi ada ada aja ya..bersyukur kamu ki, berarti awet muda sampe tua hihi

iya deh vin, harus bersyukur aja kalo sekarang. ambil hikmahnya ya..

Minggu, 14 Februari 2016

Jam Biologis VS Jam Kerja

Jam Biologis apa sih?
klo Jam Kerja apa?

gini loh, jadi..
kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna mempunyai aturan-aturan hidup yang harus kita sesuaikan. contoh kecilnya adalah waktu siang kita untuk beraktifitas dan waktu malam kita untuk beristirahat. itu hanya contoh kecilnya saja. contoh besarnya, kita memiliki waktu yang sudah terjadwal secara medis. dan pada dasarnya kebiasaan ini sudah tertulis di Al Quran dan Al Hadist. seperti yang dijelaskan pada gambar berikut :
repost by : http://www.kompasiana.com/dhave/hidup-sehat-dengan-jam-biologis_54f3a321745513902b6c7b5d

ngerti dong maksudnya ?

iya pasti ngerti ya..

nah sedangkan jam kerja maksudnya apa?

jam kerja adalah jam yang biasa ditentukan perusahaan dalam mempekerjakan perusahaannya. biasanya dibagi dalam 4 shift, karena dalam perusahaan minimal harus 8 jam kerja plus 2 jam lembur. pembagiannya kurang lebih seperti ini :


dari perbandingan tersebut bisa kita lihat adanya ketimpangan dalam hal istirahat. jika ada seseorang mendapatkan jam kerja shift 4 maka berbanding terbalik dengan kebutuhan biologisnya. harusnya jam yang tertera di shift 4 adalah jam tidur atau jam istirahat.

ketimpangan ini lah yang akan mengakibatkan efek buruk pada kesehatan sehingga kecenderungan pekerja malam mengalami sakitsakitan.

andai perusahaan bisa melakukan hal yang sejalan dengan jam biologis alangkah lebih enak ke badan ya. dan alhamdulillah kerjaan saya sesuai sama jam biologis kok hehe semangaaaaat ya yang jam kerjanya belum sesuai dengan jam biologis. semoga bisa mengatur jam istirahatnya dengan sebaik mungkin. jadi ga sakit sakitan deh :)

KOSAN TAK TERAWAT

Suatu hari..

Permisi bu, apakah kosan ini sudah ada yg mengisi atau belum? Saya mau ngisi bisa ga bu?

Wah,mas ganteng maaf nih ya kosannya udah ada yg punya. Tapi orangnya memang sedang tidak ada.

Sayang banget ya.. padahal sama pengen banget bu tinggal disini. Tapi kok kosannya kaya kosong ga ada yg ngisi bu?.

Iya mas, kosan ini sudah ada yg ninggalin, orangnya emang lagi sibuk jadi kaya kosong. Klo yg ngisi ga sibuk biasanya jadi yg paling bagus diantara yg lain.

Ga keurus dong bu kalo gitu mah. Ga diusir aja tuh? Klo sibuk, harus dibikin komitment dong.. mau sibuk pun harusnya tetep punya waktu buat sesuatu yg primer kaya gini..

Gapapa kok.. dia punya kepentingan yang memang deadline jd harus ninggal ninggal kosan ini. Dulu pas awal awal ngisi di sini perhatian banget ama ni kosan. Tiap pagi siang sore selalu keliatan menyayang banget..

oh gitu ya bu, ibu ga mau yang lain aja yang ngisi?

ngga mas, maaf banget saya gabisa ngasih ke yang lain. orang yang ngisi ini serius buat tinggal disini.

oh gitu, oke deh bu. semoga betah ya orang yang ngisi disini. kalo udah gitu kan enak ibunya, garibet keluar masuk orang baru. adaptasi di lingkungan ini ntar lama lagi.

iya, aaamiiin mas. semoga mas juga dapet tempat tinggal yang lebih bagus dari ini. ini bukan jodoh mas hehe